Gangguan pada Komunikasi massa




I. Gangguan dalam komunikasi massa





Setiap proses komunikasi sudah dapat dipastikan akan menghadapi berbagai hambatan. Baik itu komunikasi antarpribadi, kelompok, organisasi, dan komunikasi lainnya. Sebagai insan akademika yang berkecimpung dalam keilmuan komunikasi, sudah sepatutnya kita mengetahui apa-apa saja yang kemungkinan akan menjadi hambatan dalam proses komunikasi kita. Dalam Ardianto (2014), terdapat beberapa hambatan yang telah dikelompokan. Sehingga, kita dapat mampu mengenali dan mempelajarinya lebih mudah. Seusai mengenali dan mempelajari, kita diharapkan mampu memahami berbagai hambatan dari komunikasi massa. Supaya kita dapat mengantisipasi berbagai hambatan tersebut.


Gangguan pada Komunikator & juga Komunikan

  • Gangguan psikologis

gangguan psikologis adalah gangguan komunikasi yang terjadi akibat persoalan atau permasalahan dalam diri individu, baik komunikator maupun komunikan. Contoh gangguan psikologis dalam komunikasi, yaitu sikap mudah marah, mudah tersinggung, egois, dan permasalahan kejiwaan lainnya yang disebabkan oleh berbagai faktor.

  • Gangguan semantik 

gangguan semantik adalah gangguan yang diakibatkan oleh timbulnya perbedaan makna antara komunikator dan komunikan. Gangguan semantik juga bisa diartikan sebagai gangguan komunikasi karena kesalahan penggunaan bahasa, sehingga menimbulkan perbedaan atau kesalahpahaman makna antara komunikator dan komunikan.

 

Gangguan pada Pesan, Media

  • Gangguan Teknis
gangguan teknis adalah gangguan pada alat komunikasi yang digunakan. Sehingga informasi yang ditransmisi lewat alat komunikasi tersebut mengalami kerusakan. Contoh gangguan teknis dalam komunikasi, yaitu gangguan stasiun televisi dan radio, gangguan sinyal internet, serta kerusakan telepon yang mengakibatkan suara menjadi terputus-putus atau bising.

 



II. Ilustrasi yang dikaitkan oleh teori komunikasi massa


  • Rekayasa Media


Media merupakan suatu alat sebagai perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi supaya tersampaikan dengan baik ke tujuan. Dari sini terlihat jelas tujuan media adalah untuk mengantarkan suatu informasi, dimana informasi ini semestinya memiliki tingkat  keakuratan yang tinggi. Namun apa yang terjadi apabila informasi yang disebarkan media tidak sepenuhnya berisikan fakta? Maka kemungkinan besar yang terjadi adalah kita tetap mempercayai isi media tersebut, yang artinya kita mempercayai suatu ketidakbenaran yang disebarkan oleh media.

seperti ilustrasi di atas yang jika diperjelas lagi kita dapat melihat bahwa apa yang diberikan media, apa yang ditampilkan media, apa yang dikatakan media tidak semua berisikan fakta. Maksudnya bagaimana? Maksudnya adalah media dapat mempengaruhi khalayak umum dengan rekayasanya. Mengerikan memang, namun seperti itu adanya.

  • Ketergantungan Media










Asumsi dasar teori ini adalah pengaruh media ditentukan oleh hubungan antara sistem sosial yang lebih luas. Ketergantungan khalayak pada media dipengaruhi dua hal. Pertama, seseorang akan bergantung pada media yang mampu memenuhi kebutuhannya.
Kedua, perubahan sosial dan konflik dalam masyarakat dapat menyebabkan perubahan pada institusi, kepercayaan, serta kegiatan yang telah mapan. Contoh teori ketergantungan media adalah masyarakat yang menonton sinetron atau variety show untuk memenuhi kebutuhannya akan hiburan.

Namun, ada pula masyarakat yang lebih menyukai sinetron atau variety show Indonesia, sehingga mereka memilih saluran televisi sesuai keinginannya. Contoh lain dari teori ketergantungan media, yakni ketika seseorang tak bisa bepergian karena sakit, ia akan bergantung pada televisi atau radio untuk mendapat hiburan dan informasi.

  • Pengaruh Media










Televisi menjadi media elektronik favorit di kalangan masyarakat setelah Hand Phone. Penikmat Televisi bukan hanya orang dewasa saja, namun anak-anak juga menjadi penikmat televisi. Misalkan sepulang sekolah, anak langsung menyalakan televisi dan mencari tontonan kartun. Namun, dapat kita ketahui bahwa sedikit sekali siaran televisi yang mendidik, kebanyakan hanya berisi sinetron-sinetron yang kekinian. Padahal kita tahu bahwa anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan. Dari menonton televisi itu anak akan meniru kata-kata dan perilaku keseharian.

Kita harus mampu memilah mana siaran televisi atau informasi yang cocok untuk anak-anak, khususnya pelajar. Karena terkadang ada siaran yang memuat konten yang tidak pantas, seperti kekerasan, bullying, dan lain sebagainya.



III. Pengaruh Media Sosial dan Internet





Penggunaan media sosial juga membawa perubahan perilaku terhadap masyarakat. Sebagai contoh, kita sudah jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, semisal pada saat antri di loket-loket pelayanan, mereka masing-masing sibuk dengan smartphonenya tanpa memperdulikan orang-orang sekitarnya, bahkan banyak orang yang kita lihat termasuk teman sekantor kita pekerjaannya tidak selesai bahkan terbengkalai karena sibuk berkomentar atau memberikan komentar-komentar melalui facebook, yang sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk dirinya.

Dan yang paling memprihatinkan adalah dampak media sosial terhadap perilaku anak-anak kita yang masih remaja, mereka menjadi apatis dan cuek dengan lingkungannya, kita orang tua semakin sulit berkomunikasi dengan anak-anak kita, apalagi diharapkan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Media sosial menjadikan anak-anak kita semakin malas belajar dan susah diatur, karena hampir semua waktunya dihabiskan untuk mengutak-atik informasi, baik di sekolah, di luar sekolah ataupun di rumah. Anak-anak lebih memilih media sosial untuk mencurahkan unek-uneknya dari pada orang tuanya, dan yang paling parah hampir semua persoalan yang dihadapi dia sampaikan ke media sosial, termasuk hal-hal yang sipatnya pribadi sehingga semua orang tahu, padahal mestinya orang tidak perlu tahu. mereka tidak menyadari bahwa apa yang kita sampaikan sudah menjadi konsumsi publik dan sulit ditarik kembali. Persoalan ini tidak dapat dibiarkan, perlu ada solusi mengingat anak-anak kita adalah harapan kita yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan kedepan. 




MOHAMAD HIDAYAT, 10822593
MUHAMMAD IRFAN, 
10822676



Radita, G. (2019) Kualitatif Public Relations
Alvian, H. (2020) Business Communication: Konsep dan Praktek Berkomunikasi 
Hafied, C. (2016) Pengantar Ilmu Komunikasi, gangguan teknis
Morissan (2013) Teori Komunikasi Individu hingga Massa
Santi, D.(2009). Pendidikan Anak Usia Dini : Antara Teori dan Praktik.Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar